Ford Akan Luncurkan Model Mobil Listrik Baru Di 2024

Ford Akan Luncurkan Model Mobil Listrik Baru Di 2024

beritaterkini.com – Produsen mobil asal Amerika Serikat, Ford akan meluncurkan mobil bertenaga listrik berbentuk SUV mulai tahun 2024.

Jenis SUV Ford Puma ini adalah bagian dari rencana elektrifikasi ‘Model E’ Ford, yang mencakup dua model SUV EV yang lebih besar dan empat truk listrik baru.

Menurut autoexpress.co.uk, SUV listrik Ford Puma tidak akan mengubah gayanya secara radikal dengan tetap mempertahankan bentuk tubuh crossover yang miring dan lampu depan yang tinggi dan bagian belakang yang miring seperti mobil standar.

Akan ada banyak penyesuaian khusus EV, seperti gril depan tertutup untuk meningkatkan efisiensi aerodinamis, desain lampu depan yang diaktifkan LED, dan bumper depan bawah yang sedikit lebih bersih.

Kendaraan listrik Ford Puma akan diproduksi di pabrik Ford Craiova di Rumania bersama dengan kendaraan komersial listrik Ford yang akan datang.

Sementara itu, SUV listrik merek baru, model mid-range dan crossover sport akan diproduksi di pabrik Ford Cologne, yang sedang diubah menjadi fasilitas manufaktur kendaraan listrik, berkat investasi 1,5 miliar euro.

Mengenai ukuran baterai SUV listrik tersebut, Ford belum memberikan keterangan resmi.

SUV listrik ini dapat menempuh jarak lebih dari 200 mil dan akan bersaing dengan crossover seperti Kia Soul EV dan Peugeot e-2008.

Puma adalah mobil terlaris kedelapan Ford di Inggris tahun lalu, nyaris mengalahkan Fiesta, yang tersingkir dari 10 besar.

Vauxhall Corsa, di sisi lain, menjadi mobil terlaris di Inggris berkat turunan listrik dari Corsa. Hal ini dapat memacu Ford untuk mengubah Fiesta menjadi kendaraan listrik, menggunakan teknologi bertenaga Puma EV yang erat kaitannya dengan baterai.

BACA JUGA  Tips Beli Mobil Bekas Sesuai Budget: OLX Autos, Bisa Cicil Mulai Rp 1 Juta-an!

Mobil-mobil yang akan diluncurkan tahun 2024 ini mengejar pasar Eropa. Dari 7 model yang dipersiapkan, beberapa bahkan mungkin tidak dipasarkan ke luar Eropa. Termasuk tidak juga ke Amerika Serikat, Indonesia, dan benua lainnya.

Ke Amerika Serikat, memang kebanyakan mobil turunan bensinnya tidak dipasarkan. Sedangkan ke Indonesia, fasilitas infrastruktur untuk mobil listrik masih terbatas, jadi mungkin pasarnya juga tidak bisa terlalu luas.

Pecinta otomotif, bagaimana? Apakah ikut semangat dan antisipasi dengan berita baru ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published.