Ketahui 2 Jenis Pelanggaran Di Jalan Tol Yang Akan Dikenai Tilang Elektronik ETLE

Ketahui 2 Jenis Pelanggaran di Jalan Tol yang akan Dikenai Tilang Elektronik ETLE

beritaterkini.com – Tiang ETLE akan diberlakukan mulai 1 April 2022 bagi pengendara di jalan tol. 

Standar operasional penerapan tilang elektronik di jalan tol ini kurang lebih sama dengan ETLE yang sudah dilaksanakan dengan 244 kamera di sejumlah jalan raya. 

Oleh karena itu, jika ditemukan pelanggaran, akan dibawa ke back office Korlantas untuk dilakukan validasi dan verifikasi lebih lanjut.

Setelah itu, surat konfirmasi akan dikirimkan ke alamat kendaraan tersebut. 

Korlantas Polri sudah mleakukan sosialisasi sejak 1 Maret lalu sebelum benar-benar diimplementasikan.

Irgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan melalui laman korlantas.polri.go.id menjelaskan bahwa sosialisasi sudah dilakukan sejak 1 Maret, 30 hari untuk sosialisasi sesuai peraturan Kakorlantas. 1 April ini akan diimplementasikan melalui ETLE Nasional.

Jenis Pelanggaran

Saat ini ada dua jenis pelanggaran jalan tol yang akan ditangani melalui ETLE.

Pertama, pelanggaran overload muatan di tol Transjabar.

Kedua, pelanggaran overspeed atau kelebihan kecepatan di jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera.

Dua pelanggaran menjadi sasaran karena selama ini jumlah kecelakaan berasal dari sana.

Aan menjelaskan, “Data kita yang ada overspeed maupun overload ini 80% mengakibatkan fatalitas korban kecelakaan yang tinggi. Artinya masyarakat dihimbau tidak melakukan pelanggaran overload maupun overspeed, karena fatatalitasnya tinggi.”

Harap dicatat bahwa pengemudi di jalan tol memiliki batas kecepatan 60 km hingga 100 km/jam tergantung pada rambu lalu lintas yang dipasang.

BACA JUGA  Tips Beli Mobil Bekas Sesuai Budget: OLX Autos, Bisa Cicil Mulai Rp 1 Juta-an!

Ketika kendaraan melebihi batas yang telah ditentukan, kamera pintar secara otomatis menangkap kendaraan tersebut.

“Prosesnya sama seperti sebelumnya. Hasil capture dikirim ke back office kemudian dikirim ke alamat di STNK,” kata Aan.

Aan mengatakan, “Untuk pelanggaran overload kita sudah ada titik untuk kolaborasi ETLE Nasional Presisi dengan WIM (With In Motion) artinya penimbangan secara bergerak dari WIM tersebut nanti akan memberikan semacan informasi data tentang kelebihan muatan tersebut.”

Selama tahun 2021, Jasa Marga mencatat 1.345 kecelakaan di seluruh ruas tol yang dikelolanya.

Faktor pengemudi menyumbang 82% dari penyebab kecelakaan lalu lintas, diikuti oleh faktor kendaraan sebesar 17% dan faktor lingkungan sebesar 1%.

Aturan kecepatan tol

Peraturan perihal kecepatan di jalan tol diatur dalam peraturan pemerintah no 79 tahun 2013 tentang jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 23 ayat 4, dikutip dari laman Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Peraturan ini juga diperkuat dengan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan pasal 3 ayat 4 pada pasal 23 ayat 4.

Sesuai rambu lalu lintas yang terpasang, batas kecepatan di jalan tol adalah 60-100 km/jam.

Peraturan tersebut menyebutkan bahwa batas kecepatan di jalan raya atau jalan tol adalah minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam.

Untuk pengendaraan di jalan tol dalam kota sendiri, kecepatan berkendara minimal (60 km/jam) dan kecepatan berkendara maksimal (80 km/jam).

Kemudian berkendara di tol luar kota, yaitu minimum (60 km/jam) dan maksimum (100 km/jam).

Meski sudah ada batasan kecepatan individu, pengemudi harus selalu waspada dan fokus untuk menghindari kecelakaan dengan kendaraan lain di sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.