DPR Akan Evaluasi Kuota Solar Subsidi Sebab Solar Langka

beritaterkini.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terus memantau pendistribusian solar bersubsidi berdasarkan kelangkaan di berbagai daerah.

kata Komisioner VII DPR Mulyanto saat dihubungi, Senin (28/03/2022), “Pemerintah dan DPR tentu akan memonitor terus day per day persoalan ini. Untuk selanjutnya dievaluasi apakah kebijakan subsidi APBN yang ada masih relevan atau perlu intervensi kebijakan.”

Mulyanto menjelaskan intervensi kebijakan akan mencakup apakah perlu meningkatkan porsi solar bersubsidi tahun ini dalam APBN-P di masa mendatang.

“Itu salah satunya (menambah kuota), kondisinya sangat dinamis,” ucap Mulyanto.

BPH Migas telah memberikan penugasan PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) untuk menyediakan kuota solar subsidi pada tahun ini, yaitu 15,1 juta kilo liter (KL). 

Menurutnya, selain pertumbuhan ekonomi yang mulai tumbuh hingga akhirnya mendorong permintaan solar bersubsidi, faktor harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi juga terpaut jauh.

Hal ini mengakibatkan terjadinya konversi pengguna solar non subsidi menjadi subsidi.

“Hingga hari ini, laporan menunjukkan kenaikan 10%. Misi Pertamina adalah menyediakan dan mendistribusikan BBM tambahan secara memadai sesuai dengan kebijakan pemerintah,” katanya.

BACA JUGA  Perundingan Di Istanbul Membawa Kemajuan Menuju Perdamaian Rusia Dan Ukraina

Leave a Reply

Your email address will not be published.